Selasa, 08 Januari 2013

penyakit kencing batu

Penyakit Kencing Batu

Penyakit kencing batu atau batu yang terdapat di saluran kemih yang merupakan penyakit yang banyak diderita. Sakit kencing batu ini menimbulkan gejala yang dirasakan cukup hebat seperti sakit saat ingin berkemih dan nyeri pada perut. Penyakit kencing batu merupakan cikal bakal dari penyakit gagal ginjal. Hal ini dikarenakan penyakit kencing batu yakni terdapatnya batu pada saluran kemih berhubungan langsung dengan fungsi organ ginjal. Karena ginjal salah satu organ tubuh manusia yang vital keberadaannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.
Jika di Amerika Serikat kasus penyakit kencing batu ini mencapai sekitar 36 orang dari 100.000 jumlah dari total penduduk Amerika. Sedangkan di Indonesia penderita kencing batu mencapai angka yang cukup signifikan dan merupakan penyakit penyebab gagal ginjal bersama infeksi saluran kandung kemih.
Untuk mengenali jenis penyakit kencing batu ini diperlukan diagnosis yang cukup teliti untuk mengetahui jenis, sifat dan kompoisis batu kemih dalam saluran kandung kemih. Memang belum diketahui secara pasti terjadinya batu kemih di saluran kandung kemih. Penyebab terbentuknya batu kemih pada saluran kandung kemih ini disertai oleh beberapa faktor seperti faktor biologik dan faktor genetik.

Gambar bentuk batu ginjal yang penyebabnya diadaptasi dari penyakit kencing batu.
Adapun faktor genetik memiliki pengaruh seperti :
- septiuria
- hiperkalsiuria primer
- dan hiperoksaliuria primer
Adapun faktor biologiknya adalah :
- supersaturasi urin
- kekurangan faktor proteksi
- perubahan pH urin
- nucleasi serta faktor yang dapat melekatkan kristal tubulus renalis.
Selain faktor genetik dan biologi adapula faktor lainnya yang memicu terjadinya kencing batu, jika dilihat dari segi fisik dan ekonomi, seperti :
- Jenis kelamin
Pria memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding dengan wanita yakni 3:1
- Di lihat dari Ras
Lebih sering ditemukan dan diderita oleh orang Asia dan Afrika
- Faktor keturunan
Faktor keturunan juga memainkan peranan penting dalam penyakit apapun. Jika orangtua memiliki riwayat penyakit kronis tertentu atau penyakit lainnya, maka diturunkan oleh anaknya dengan resiko 6 kali besar.
- Kebiasaan hidup yang dijalani
Seseorang yang rajin atau rutin mengkonsumsi air putih minimal 8-10 gelas perhari atau dengan takaran 1-2 liter per hari akan meningkatkan diuresis untuk mencegah terjadinya batu.
- Seseorang yang banyak bergerak atau rajin beraktivitas memiliki resiko lebih kecil terkena kencing batu dibanding dengan seseorang yang jarang bergerak.
- Faktor sosial dan ekonomi
Umumnya penyakit kencing batu pada saluran kandung kemih bagian atas cenderung lebih banyak mendera pada masyarakat dengan keadaan sosial ekonomi yang lebih tinggi, dalam arti mereka yang memiliki tingkat sosial ekonomi lebih tinggi biasanya lebih banyak mengkonsumsi protein hewani dan karbohidrat. Hal ini terjadi sebaliknya pada mereka yang memiliki tingkat sosial ekonomi lebih rendah.
- Letak geografis
Masyarakat yang tinggal didaerah yang dengan cuaca iklim yang cukup panas (tropis) memiliki reiko lebih besar terserang penyakit kencing batu, hal ini disebabkan oleh mereka yang tinggal di daerah tropis seperti halnya Indonesia. Mengeluarkan cukup banyak keringat sehingga sering terjadi dehidrasi yang membutuhkan cairan lebih banyak dalam tubuh. Produksi keringat yang lebih banyak akan mengurangi produksi urine.
- Adanya infeksi
Terjadinya infeksi pada bagian ureter atau saluran kandung kemih yang mungkin disebabkan terjadinya infeksi di dalam saluran kandung kemih.
Proses terjadinya batu saluran kencing disebabkan oleh supersaturasi. Supersaturasi merupakan bahan tertentu yang terdapat di dalam urine yang melebihi kapasitas dan kemampuan cairan urine utnuk melarutkannya. Yang disebut supersaturasi adalah bahan-bahan yang mengandung garam-garam dari oksalat, asam urat, sistein dan xantine. Apabila kadar garam lebih tinggi disertai dengan pengurangan volume urine akan mengakibatkan terjadinya kristalisasi.
Posted in Penyakit Kencing Batu | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kencing Batu Pada Wanita

Memang tidak semua berisiko terhadap suatu penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Salah satunya adalah kencing batu, tergantung dari sifat urinenya. Jika urine mengandung subtansi yang bisa membentuk batu saluran kemih, orang berisiko terbentuk batu kemih.
Bahan pembentuk batu kemih terbanyak berasal dari zat kapur. Zat kapur bisa berkaitan dengan oksalat (paling sering batu oksalat) dengan fosfat (batu fosfat) dengan karbonat (batu karbonat) selain dengan kolesterol.
Gambar : Batu pada saluran kemih
Selain batu kapur, ada juga batu urat yang terbentuk jika kadar asam urat (uric acid) dalam darah lebih tinggi dari normal untuk waktu lama.
Batu kemih lain, disebut batu cystine jika orang mengidap penyakit turunan gangguan metabolik sehingga kadar cystine tinggi dalam urine. Batu struvite terbentuk jika saluran kemih sering terinfeksi (umumnya pada wanita), selain jenis batu-batu yang berasal dari subtansi lain yang mengkristal dalam urine.
Pria dua kali lebih sering kena batu kemih dibanding wanita. Beberapa tipe batu kemih bersifat menurun di lingkungan keluarga. Tipe batu kemih lain berkaitan dengan penyakit perut, kegemukan, adanya kecacatan pada ginjal atau oleh adanya penyakit ginjal. Orang yang sering mengalami gangguan usus cenderung kena batu oksalat. Anak-anak juga bisa kena batu kemih, apalagi tinggi kadar oksalat dalam urinenya.
Posted in Penyakit Kencing Batu | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Kencing Batu

Banyak hal yang menjadi penyebab dari kencing batu. Penyebab yang paling banyak dari kasus penyakit kencing batu adalah karena adanya faktor genetik (faktor keturunan), pola hidup yang kurang sehat, kebiasaan buruk, pola makan yang tidak teratur.

Gambar : Batu ginjal yang ada didalam ginjal dan saluran kemih (ureter)
Berikut ini beberapa penyebab dari penyakit kencing batu, diantaranya adalah :
1. Faktor genetik
Faktor genetik atau faktor keturunan memang mendominasi dari penyebab penyakit kencing batu.
2. Bentuk anatomis sauran kandung kemih yang tidak normal sehingga dapat menyebabkan aliran air seni yang mengandung kalsium terhenti dan lama-kelamaan akan meningkatkan pembentukan batu urine.
Jika terjadi peningkatan kalsium dalam air seni dan mempengaruhi pengerakan kalsium pada tulang akan mengakibatkan seseorang tidak dapat bergerak atau kesulitan untuk bergerak, contoh karena lumpuh, membuat air seni berwarna pekat yang diakibatkan kurang konsumsi air putih sehingga membuat air kemih menjadi sedikit dan pekat. Tak hanya disebabkan kurangnya konsumsi air putih, pola makan atau makanan yang dikonsumsi kurang bersih, berkadar kalsium oksalat yang tinggi, misalnya makanan dari olahan susu, softdrink, makanan berkadar garam tinggi, makanan yang dengan rasa manis yang tinggi, kopi, teh yang kental, segala jenis makanan dan minuman membuat air seni menjadi pekat sehingga terjadi pengendapan pada ginjal.
Konsumsi vitamin C dan D dengan dosis tinggi yang tidak diimbangi dengan kecukupan vitamin penting lainnya memudahkan terbentuknya batu. Hal ini disebabkan oleh kadar vitamin C dan D yang tinggi sekitar 100-300 mg dalam kedua vitamin tersebut yakni vitamin C yang mengandung kalsium oksalat yang tinggi dan vitamin D dosis tinggi mampu meningkatkan terbentuknya absorbsi kalsium ke dalam usus. Selain itu, obat-obatan untuk kanker (obat sitostatik) semakin mempermudah pembentukan batu karena meningkatnya kadar asam urat dalam darah.
Batu (calculi)yang berasal dari hasil penyaringan dari zat-zat yang terbuang dari dalam tubuh oleh ginjal yang tidak dapat dikeluarkan bersama air seni sehingga dapat mengendap di kandung kemih, di piramid ginjal dan menyebabkan terbentuknya batu ginjal di dalam ginjal dan batu di saluran kemih. Terdapatnya batu pada kandung kemih atas merupakan penyebab utama dari gagal ginjal. Pembentukan batu ini terjadi karena adanya peningkatan kadar asam urat, kalsium oksalat dan zat-zat lain sebagai pemicu terbentuknya batu seperti mukoprotein, berkurangnya kadar zat inhibitor (pencegah terbentuknya batu), misalnya sitrat, adanya infeksi.
Bentuk dan jenis batu bervariasi tergantung dimana batu tersebut terbentuk dan bahan pembentukan dari batu itu sendiri, misalnya kalsium oksalat, kalsium fosfat, asam urat, batu sistin yang terjadi akibat faktor genetik, batu magnesium amonium fosfat (struvit), batu matrix, santin. Begitu pula bentuk dan warna batu, ada yang hitam, coklat, putih, halus, kasar/tajam sehingga dapat melukai saluran kencing.
Posted in Penyakit Kencing Batu | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kencing Batu

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami rasa anyang-anyangan yang artinya keluarnya air seni dengan volume yang sedikit namun sering terjadi. Ketika rasa anyang-anyangan ini dirasakan cukup sering terjadi secara terus-menerus akan menimbulkan dampak seperti rasa nyeri yang cukup hebat di bagian pinggang, terutama pada organ ginjal.
Sakit anyang-anyangan atau kencing keluar sedikit-sedikit namun sering menjadi suatu tanda penting yang harus kita waspadai adanya resiko terserang batu ginjal yang diakibatkan timbulnya kencing batu.
Penyakit kencing batu merupakan gangguan pengeluaran air seni yang ditandai keluarnya batu-batu yang berukuran kecil ketika buang air kecil, jika dilihat secara detail bentuk kencing batu ini hampir mirip dengan pasir kasar. Seseorang yang mengalami gejala kencing batu ini umumnya ada yang menimbulkan atau dirasakan adanya gejala adapula yang tidak menimbulkan gejala terlebih dahulu. Jika menimbulkan gejala umumnya seseorang akan mengalami rasa sakit pada bagian pinggang, nyeri di pinggang kiri atau kanan karena manusia memiliki 2 ginjal yang terletak di kiri dan di kanan. Selain itu pada sebagian orang ada yang mengalami kencing darah.
Umumnya masyarakat indonesia atau dalam bahasa medis yang digunakan sehari-hari penyakit kencing batu ini disebut juga dengan penyakit batu saluran kemih. Penyakit batu saluran kemih atau kencing batu ini merupakan jenis penyakit yang banyak melanda penduduk indonesia yang disebabkan oleh infeksi, obstruksi, rasa sakit dan metaplasia. Gejala penyakit kencing batu yang banyak dikenal masyarakat adalah timbulnya nyeri atau pegal ada pinggang belakang bagian atas atau tepatnya dibawah tulang iga terakhir sebelum tulang ekor.

Gambar pinggang bagian belakang bagian bawah tulang iga terakhir yang sering merasakan nyeri yang merupakan gejala dari kencing batu atau batu saluran kemih yang merupakan salah satu tanda sakit ginjal.
Berikut gejala dari penyakit kencing batu yang pada tahap awal yang dapat dirasakan :
1. Rasa nyeri yang menusuk-nusuk, menjalar ke arah samping mengikuti alur saluran kemih.
2. Terkadang ketika buang air kecil terasa nyeri
3. Sering anyang-anyangan (keluarnya air seni sedikit-sedikit namu sering)
4. Warna air seni menjadi warna kemerahan seperti air daging
5. Terkadang disertai rasa mual dan demam.

marasmus


A.    SEJARAH MARASMUS

Sejarah penemuan mikoprotein dimulai sekitar tahun 1950-an ketika terjadi kekhawatiran akan kekurangan sumber protein pada masa depan karena berbagai hewan ternak seperti sapi, ayam, dan babi tidak lagi mencukupi kebutuhan daging di dunia. Saat itu juga terjadi wabah penyakit pada anak-anak yang terkait masalah malnutrisi protein sehingga menyebabkan banyaknya penderita kwashiorkor dan marasmus di negara-negara terbelakang. Pada tahun 1955, suatu lembaga yang disebut Kelompok Konsultan untuk Protein dengan nama asli dalam bahasa Inggris Protein Advisory Group (PAG) dibangun untuk membantu FAO dan UNICEF dalam merumuskan pedoman keamanan, nutrisi, dan palatabilitas dari sumber makanan berprotein baru untuk konsumsi manusia. Di dalam pertemuan PBB tahun 1968 International Action to Avert Impending Protein Crisis, dikemukakan bahwa dunia memerlukan sumber protein baru dari mikroba untuk memenuhi kebutuhan protein pada masa mendatang[3]. Sejak itu berbagai penelitian tentang sumber protein mikrobial marak dikembangkan, namun sebagian besar malah bertujuan untuk menciptakan pakan ternak kaya protein[3]. Pada tahun 1985, suatu perusahaan Inggris, Rank Hovis McDougall (RHM), berhasil menciptakan sumber protein pengganti daging bagi manusia dari F. venenatum[2]. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 3000 jenis fungi dari berbagai belahan dunia untuk dianalisa kadar protein di dalamnya, produksi toksin, dan memiliki pertumbuhan serta morfologi yang sesuai hingga akhirnya ditemukan F. venenatum sebagai fungi yang terbaik


B.     PENGERTIAN

      Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang terutama akibat kekurangan kalori yang berat dan kronis terutama terjadi selama tahun pertama kehidupan dan mengurusnya lemak bawah kulit dan otot.
Energi yang diperoleh oleh tubuh bukan hanya diperoleh dari proses katabolisme zat gizi yang tersimpan dalam tubuh, tetapi juga berasal dari energi yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi. 
Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi, disamping membantu pengaturan metabolisme protein. Protein dalam darah mempunyai peranan fisiologis yang penting bagi tubuh            untuk:
1. Mengatur tekanan air, dengan adanya tekanan osmose dari plasma protein.
2. Sebagai cadangan protein tubuh.
3. Mengontrol perdarahan (terutama dari fibrinogen).
4. Sebagai transport yang penting untuk zat-zat gizi tertentu.
5. Sebagai antibodi dari berbagai penyakit terutama dari gamma globulin.
Dalam darah ada 3 fraksi protein, yaitu : Albumin, globulin, fibrinogen.
C.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEYEBABKAN TERJADINYA MARASMUS
·         Faktor diet. Diet kurang energi akan mengakibatkan penderita marasmus.
·         Peranan faktor sosial. Pantangan untuk menggunakan bahan makanan tertentu yang sudah turun-temurun.
·         Peranan kepadatan penduduk. Mc Laren (1982) memperkirakan bahwa marasmus terdapat dalam jumlah yang banyak akibat suatu daerah terlalu padat penduduknya dengan higiene yang buruk.
·         Faktor infeksi. Terdapat interaksi sinergistis antara infeksi dan malnutrisi. Infeksi berat dapat memperjelek keadaan gizi melalui gangguan masukan dan meningginya kehilangan zat-zat gizi esensial tubuh.
·         Faktor kemiskinan. Dengan penghasilan yang rendah, ketidakmampuan membeli bahan makanan ditambah timbulnya banyak penyakit infeksi karena kepadatan tempat tinggal dapat mempercepat timbulnya KEP. 2


D.DIAGNOSIS
Diagnosis marasmus dibuat berdasarkan gambaran klinis, tetapi untuk mengetahui penyebab harus dilakukan anamnesis makanan dan kebiasaan makan serta riwayat penyakit yang lalu. 

E. PENCEGAHAN
Tindakan pencegahan terhadap marasmus dapat dilaksana-kan dengan baik bila penyebab diketahui. Usaha-usaha tersebut memerlukan sarana dan prasarana kesehatan yang baik untuk pelayanan kesehatan dan penyuluhan gizi.
1. Pemberian air susu ibu (ASI) sampai umur 2 tahun merupakan sumber energi yang paling baik untuk bayi.
2. Ditambah dengan pemberian makanan tambahan bergizi pada umur 6 tahun ke atas
3. Pencegahan penyakit infeksi, dengan meningkatkan kebersihan lingkungan dan kebersihan perorangan
4. Pemberian imunisasi.
5. Mengikuti program keluarga berencana untuk mencegah kehamilan terlalu kerap.
6. Penyuluhan/pendidikan gizi tentang pemberian makanan yang adekuat merupakan usaha pencegahan jangka panjang.
7. Pemantauan (surveillance) yang teratur pada anak balita di daerah yang endemis kurang gizi, dengan cara penimbangan berat badan tiap bulan.

F. ETIOLOGI
          Penyebab utama marasmus adalah kurang kalori protein yang dapat terjadi karena : diet yang tidak cukup, kebiasaan makan yang tidak tepat seperti yang hubungan dengan orangtua-anak terganggu,karena kelainan metabolik, atau malformasi kongenital. (Nelson,1999).
 
1. Marasmus dapat terjadi pada segala umur, akan tetapi yang sering dijumpai pada bayi yang tidak mendapat cukup ASI dan tidak diberi makanan penggantinya atau sering diserang diare. Marasmus juga dapat terjadi akibat berbagai penyakit lain seperti infeksi, kelainan bawaan saluran pencernaan atau jantung, malabsorpsi, gangguan metabolik, penyakit ginjal menahun dan juga gangguan pada saraf pusat. (Dr. Solihin, 1990:116).

2. Sering sakit (frequent infection) Sering sakit menjadi penyebab terpenting kedua kekurangan gizi, apalagi di negara negara terbelakang dan yang sedang berkembang seperti Indonesia, dimana kesadaran akan kebersihan / personal hygine yang masih kurang, serta ancaman endemisitas penyakit tertentu, khususnya infeksi kronik seperti misalnya tuberculosis (TBC) masih sangat tinggi. Kaitan infeksi dan kurang gizi seperti layaknya lingkaran setan yang sukar diputuskan, karena keduanya saling terkait dan saling memperberat. Kondisi infeksi kronik akan meyebabkan kurang gizi dan kondisi malnutrisi sendiri akan memberikan dampak buruk pada sistem pertahanan sehingga memudahkan terjadinya infeksi. 

3. Kurangnya Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemantauan pertumbuhan yang diikuti dengan tindak lanjut berupa konseling terutama oleh petugas kesehatan berpengaruh pada status pertumbuhan anak seperti ;
   1. Pemantauan berat badan balita di Posyandu
   2. Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi bulan Februari dan Agustus.
   3. Kunjungan Neonatal
   4. Imunisasi pada bayi

4.  Kelainan struktur bawaan, Prematuritas dan penyakit pada masa neonatus, gangguan metabolic dan lain-lain.

G.  PATOFISIOLOGI
      Kurang kalori protein akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori, protein, atau keduanya tidak tercukupi oleh diet. (Arisman, 2004:92). Dalam keadaan kekurangan makanan, tubuh selalu berusaha untuk mempertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi.

      Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat, protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan, karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar, sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit, sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan ginjal. Selam puasa jaringan lemak dipecah menjadi asam lemak, gliserol dan keton bodies. Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi kalau kekurangan makanan ini berjalan menahun. Tubuh akan mempertahankan diri jangan sampai memecah protein lagi seteah kira-kira kehilangan separuh dari tubuh. (Nuuhchsan Lubis an Arlina Mursada, 2002:11).
Sebenarnya malnutrisi merupakan suatu sindrom yang terjadi akibat banyak faktor. Faktor-faktor ini dapat digolongkan atas tiga faktor penting yaitu : tubuh sendiri (host), agent (kuman penyebab), environment (lingkungan). Memang faktor diet (makanan) memegang peranan penting tetapi faktor lain ikut menentukan. Gopalan menyebutkan marasmus adalah compensated malnutrition.
Dalam keadaan kekurangan makanan, tubuh selalu berusaha untuk empertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat, protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan; karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar, sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit, sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan di ginjal. Selama puasa jaringan lemak dipecah jadi asam lemak, gliserol dan keton bodies. Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi kalau kekurangan makanan ini berjalan menahun. Tubuh akan mempertahankan diri jangan sampai memecah protein lagi setelah kira-kira kehilangan separuh dari tubuh.

H. MANIFESTASI KLINIK
       Pada mulanya ada kegagalan menaikkan berat badan, disertai dengan kehilangan berat badan sampai berakibat kurus,dengan kehilangan turgor pada kulit sehingga menjadi berkerut dan longgar karena lemak subkutan hilang dari bantalan pipi, muka bayi dapat tetap tampak relatif normal selama beberaba waktu sebelum menjadi menyusut dan berkeriput. Abdomen dapat kembung dan datar. Terjadi atropi otot dengan akibat hipotoni. Suhu biasanya normal, nadi mungkin melambat, mula-mula bayi mungkin rewe, tetapi kemudian lesu dan nafsu makan hilang. Bayi biasanya konstipasi, tetapi dapat muncul apa yang disebut diare tipe kelaparan, dengan buang air besar sering, tinja berisi mukus dan sedikit. (Nelson,1999).
Marasmus sering dijumpai pada usia 0 - 2 tahun. Keadaan yang terlihat mencolok adalah hilangnya lemak subkutan, terutama pada wajah. Akibatnya ialah wajah si anak lonjong,berkeriput dan tampak lebih tua (old man face). Otot-otot lemah dan atropi, bersamaan dengan hilangnya lemak subkutan maka anggota gerak terlihat seperti kulit dengan tulang. Tulang rusuk tampak lebih jelas. Dinding perut hipotonus dan kulitnya longgar. Berat badan turun menjadi kurang dari 60% berat badan menurut usianya. Suhu tubuh bisa rendah karena lapisan penahan panas hilang. Cengeng dan rewel serta lebih sering disertai diare kronik atau konstipasi / susah buang air, serta penyakit kronik dan Tekanan darah, detak jantung dan pernafasan berkurang.

Selain itu manifestasi marasmus adalah sebagai berikut :
1. Badan kurus kering tampak seperti orangtua
2. Lethargi
3. Irritable
4. Kulit keriput (turgor kulit jelek)
5. Ubun-ubun cekung pada bayi
6. Jaingan subkutan hilang
7. Malaise
8. Kelaparan
9. Apatis

Selasa, 01 Januari 2013

kecelakaan kerja

7 Penyebab Kecelakaan Kerja

Ada beberapa macam jenis bahaya kerja (hazard) seperti yang dijelaskan disini. Namun ternyata diantara jenis-jenis bahaya kerja tersebut ada satu jenis yang nampaknya sederhana tapi justru berperan besar dalam mayoritas kecelakaan kerja, jenis bahaya tersebut adalah behavioral hazards / bahaya perilaku. Perhatikan statistik berikut: 80 dari 100 kecelakaan disebabkan oleh kesalahan manusia yang mengakibatkan kecelakaan. Kesalahan manusia ini erat kaitannya dengan perilaku yang tidak aman (unsafe behavior). Tindakan atau perilaku yang tidak aman ini menyebabkan kecelakaan kerja empat kali dari kecelakaan atau cidera yang diakibatkan kondisi yang tidak aman.

Ada banyak alasan mengapa kecelakaan terjadi. Kebanyakan orang cenderung melihat sesuatu untuk disalahkan ketika terjadinya kecelakaan, karena lebih mudah dibandingkan mencari penyebab kecelakaan seperti daftar dibawah ini. Pertimbangkan penyebab kecelakaan yang dijelaskan di bawah ini. pernahkah Anda merasa bersalah terhadap tidakan atau perilaku berikut ini? Jika ya, Anda mungkin tidak mengalami cidera tetapi lain kali Anda mungkin tidak seberuntung sekarang.
  1. Mengambil jalan pintas: tiap hari kita mengambil keputusan dan berharap akan membuat pekerjaan lebih cepat dan lebih efisien. Tetapi apakah waktu yang mengamankan tiap resiko keselamatan Anda? Jalan pintas menurunkan keselamatan anda dalam bekerja dan meningkatkan kemungkinan Anda cidera. Percaya atau tidak, sebenarnya perilaku yang safe lah yang paling efisien dan efektif. Berbicara mengenai keefektifan dan keefesienan, ergonomi atau K3 sangat berperan penting untuk mengeliminasi waste (hal-hal yang mengganggu keefesienan), selengkapnya disini.
  2. Percaya diri yang berlebih: percaya diri itu bagus. Tetapi terlalu percaya diri kadang tidak terlalu bagus. Perilaku seperti ini dapat menyebabkan prosedur, perkakas atau metode kerja yang tidak benar dalam pekerjaan Anda. Hal ini dapat menyebabkan Anda cidera.
  3. Memulai tugas dengan instruksi yang tidak tuntas: untuk melakukan pekerjaan dengan aman dan benar pertama kali Anda perlu informasi yang tuntas. Pernahkan Anda melihat seorang pekerja disuruh melakukan pekerjaan, hanya diberikan sebagian instruksi kerja? Jangan malu bertanya untuk dijelaskan tentang prosedur kerja dan peringatan keselamatan. Hal ini tidaklah membuat Anda bodoh bertanya tentang hal ini tetapi Anda salah jika tidak bertanya.
  4. Kerapian yang buruk: ketika klien, manajer, atau petugas keselamatan melewati area kerja Anda, kerapian adalah indikator yang akurat menilai perilaku seseorang tentang qualitas, produktifitas dan keselamatan. Kerapihan yang buruk menimbulkan berbagai tipe bahaya. Area kerja yang rajin, rapih dan dirawat membuat kebanggaan, kenyamanan dan keselamatan meningkat. Kerapian ini dalam industri sering disebut dengan 5S atau 5R, selengkapnya disini, disini, dan disini.
  5. Tidak memperdulikan prosedur keselamatan: dengan sengaja tidak memperdulikan prosedur keselamatan dapat membahayakan Anda dan rekan kerja Anda. Anda digaji untuk mengikuti kebijakan keselamatan perusahaan bukan membuat aturan Anda sendiri.
  6. Ganguan mental dari pekerjaan: memiliki hari yang buruk di rumah dan cemas dengan permasalahan di rumah ketika di tempat kerja adalah kombinasi yang berbahaya. Mental yang jatuh dapat membuat fokus anda buyar untuk mengikuti prosedur kerja yang aman.
  7. Gagal merencanakan pekerjaan: banyak referensi yang mengatakan tentang analisa bahaya kerja JSA adalah cara yang efektif untuk menemukan cara yang pintar dalam bekerja dengan aman dan efisien. Bekerja dengan tergesa-gesa saat memulai pekerjaan, atau tidak berfikir tentang proses kerja dapat menempatkan anda melakukan cara yang berbahaya. Lebih baik rencanakan pekerjaan anda kemudian bekerjalah sesuai recana tersebut.

menghilangkan kurap

Cara Mengatasi / Menghilangkan Kurap


Punya kulit mulus bebas dari berbagai macam penyakit kulit siapa sih yang tak mau? Pasti semua orang pun mau. Tapi kadangkala penyakit kulit datang dengan sendirinya tanpa anda sadari sama sekali, biasanya yang muncul ialah panu, kadas dan kurap. Karena kita sudah membahas cara menghilangkan panu beberapa waktu yang lalu, kali ini kita akan membahas tentang penyakit kulit lainnya yaitu kurap.


Kurap sendiri merupakan penyakit kulit yang diakibatkan oleh fungi atau yang kita kenal dengan nama jamur, jamur ini dapat menular dari satu orang ke orang lain dengan berbagai media perantara seperti baju, handuk ataupun celana. Tak hanya itu, jamur  kurap ternyata juga dapat dibawa oleh hewan peliharaan seperi kucing maupun anjing. Gejala kurap sangat mudah ditandai, kulit yang terdapat kurap jika disentuh terasa kasar dan sedikit timbul serta muncul warna merah muda disekitar kurap.
Nah, jika anda atau keluarga anda sedang dihinggapi jamur kurap dan sudah muncul akibatnya seperti diatas, anda perlu melakukan penanganan dengan segera sebelum kurap tersebut membesar dan menyebar ke area kulit lainnya, berikut tips alami yang dapat anda coba untuk membasmi kurap:
Kunyit
Kunyit terbukti ampuh untuk menghilangkan kurap dan sudah sangat terkenal khasiatnya juga sebagai ramuan alami beberapa penyakit kulit seperti panu. Untuk mengatasi kurap dengan kunyit pun sangat mudah, caranya cukup oleskan kunyit yang telah dikelupas kulitnya pada area kurap anda. Ataupun anda dapat menghaluskan kunyit sebesar kuku anda, lalu tempelkan pada kurap anda menggunakan kain perban.
Lengkuas
Sama seperti kunyit, lengkuas pun terbukti ampuh untuk menghilangkan berbagai penyakit kulit terutama penyakit kulit yang diakibatkan oleh jamur. Untuk mengatasi kurap, caranya cukup gosokkan lengkuas yang telah dibersihkan kulitnya pada kurap, atau tempelkan seperti saat menggunakan kunyit.
Daun Tembakau
Walaupun jarang dikenal orang sebagai bahan alami untuk mengobati kurap, daun tempakau ini juga terbukti manjur untuk menghilangkan jamur akibat kurap. Caranya, haluskan ½ daun tembakau sampai benar halus, dan oleskan pada area kurap.
Daun Sirih
Daun sirih dapat mengatasi kurap karena memiliki zat yang dapat meluruhkan si jamur kurap tersebut. Carannya, cukup haluskan atau tumbuk 1 lembar daun sirih, lalu oleskan pada kurap anda.
Daun Ketepeng Cina
Caranya, haluskan satu genggam daun ketepeng cina, lalu campurkan dengan 1 sendok teh kapur sirih. Ramuan tersebut gosokkan keseluruh area tubuh anda agar jamur kurap bisa mati sebelum menyebar ke area kulit anda yang lain.

Cara Mencegah Kurap

Karena kurap dapat tumbuh selalu jika kondisi kulit badan anda mendukung, jadi anda perlu cara mencegah agar kurap tak mengghinggapi anda kembali, berikut tipsnya:
Mandi Bersih
Ini adalah pencegahan awal yang dapat anda lakukan, karena ketika anda mandi diharapkan jamur kurap yang baru singgah di tubuh anda dapat luruh dengan segera. Minimal mandilah 2 kali sehari dan gunakan juga sabun kesehatan bukan saja sabun kecantikan.
Mengindari Penderita
Karena kurap merupakan penyakit kulit yang dapat menular, jadi anda haru berhati-hati jika berdekatan dengan orang yang memiliki kurap.
Jangan Bertukar Pakaian
Mungkin ini yang menjadi awal kenapa bisa muncul kurap dikulit anda, jadi anda jangan pernah menggunakan baju, celana ataupun handuk orang lain apalagi jika bajunya belum dicuci.

penyakit jantung

penyebab dari Penyakit Jantung Koroner

 Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.
 
Beberapa faktor resiko terpenting Penyakit Jantung Koroner :
  • Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi
  • Kadar Kolesterol HDL rendah
  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
  • Merokok
  • Diabetes Mellitus
  • Kegemukan
  • Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga
  • Kurang olah raga
  • Stress
Bila Anda menyandang salah satu atau beberapa faktor resiko tersebut diatas, Anda dianjurkan secara berkala memeriksakan kesehatan jantung Anda kepada seorang ahli. Adanya dua atau lebih faktor resiko akan berlipat kali menaikkan resiko total terhadap Penyakit Jantung Koroner.

Deteksi Penyakit Jantung Koroner
Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya Penyakit Jantung Koroner antar lain : ECG, Treadmill, Echokardiografi dan Arteriorgrafi Koroner (yang sering dikenal sebagai Kateterisasi).
Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung Anda dengan tingkat ketepatan 40%. Kemudian bila dianggap perlu Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Treadmill Echokardiografi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Arteriografi Koroner (Kateterisasi) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi (99 - 100%) untuk memastikan apakah Anda mempunyai Penyakit Jantung koroner.

Apakah Kateterisasi Jantung?
Kateterisasi Jantung merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa struktur serta fungsi jantung, termasuk ruang jantung, katup jantung, otot jantung, sserta pembuluh darah jantung termasuk pembuluh darah koroner, terutama untuk mendeteksi adanya pembuluh darah jantung yang tersumbat.
Prosedur tersebut dilakukan oleh Dokter Spesialis dengan menggunakan alat Angiografi. Dengan pemberian zat kontras melalui kateter, dokter dapat mengetahui secara tepat letak, luas, serta berat atau derajat penyempitan pembuluh darah koroner. Hasil akan di rekam secara jelas di dalam film atau CD (Compact Disc)

Potongan melintang pembuluh arteri yang normal/ sehat
Potongan melintang pembuluh arteri yang menyempit karena timbunan kolesterol

Bagaimana dengan hasil Kateterisasi Jantung?
Dokter Anda akan menjelaskan hasil film yang direkam selama tindakan dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan menggunakan alat alat tertentu atau ditiup, Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty, di singkat PTCA atau akhir akhir ini disebut Percutaneous Coronary intervention yang disingkat PCI; atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka (Open Heart Surgery) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat Coronary Artery Bypass Surgery disingkat CABG.
Bagaimana dengan resiko Kateterisasi Jantung?
Dengan semakin canggihnya peralatan Angiografi dan berkembangnya teknik teknik baru, pada umumnya tindakan kateterisasi secara praktis dianggap tidak ada resiko.
Menurut data statistik dari ribuan pasien yang telah menjalankan kateterisasi di RS Medistra menunjukkan bahwa angka keberhasilannya amat tinggi, setingkat dengan yang dilakukan di Amerika Serikat.

Sebelum Tindakan
Sesudah Tindakan
Apa yang dimaksud dengan tindakan "Peniupan" (PTCA-PCI)?
Tindakan "peniupan" atau "balonisasi" atau "Angioplasti" bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat ditempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka.
Untuk menyempurnakan hasil peniupan ini, kadang - kadang diperlukan tindakan lain yang dilakukan dalam waktu yang sama, seperti pemasangan ring atau cincin penyanggah (Stent), pengeboran kerak di dalam pembuluh darah (Rotablation) atau pengerokan kerak pembuluh darah (Directional Atherectomy).